Candlestick Chart

Mengenal Candlestick Chart

adalah salah satu jenis chart yang umum digunakan oleh kalangan trader saat ini.

Pada tahun 1600-an, di Jepang berkembang metode analisis untuk menganalisa harga kontrak beras. Teknik ini disebut candlestick charting. Steven Nison dikenal sebagai orang yang mempopulerkan candlestick charting ke negara-negara barat dan juga dikenal sebagai salah satu ahli dalam penggunaan candlestick chart.

Grafik candlestick menampilkan harga open, high, low, dan close dalam format yang sama dengan bar chart. Hanya saja, dalam candlestick chart nilai open dan close ada "isi" nya, berbeda dengan bar chart yang hanya berupa garis.

Satu candlestick mewakili pengelompokan data gerakan harga dalam satu periode tertentu , misalnya dalam kelompok 1 menit, 5 menit, 1 jam, 4 jam, 1 mingguan, dan lain-lain Gambar di bawah ini menampilkan komponen yang ada dalam satu candlestick :


Dalam sebuah grafik candlestik mengandung informasi : harga pembukaan(Open), harga penutupan(Close), serta dinamika pergerakan harga(High/Tertinggi - Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah(lower shadow), sementara bagian atas adalah harga tertinggi(Upper shadow).

Dalam candlestik bagian tengah terdapat sebuah kotak. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila kotak tidak berwana/putih, menandakan harga naik, sedangkan bila kotak berwana hitam menandakan harga turun.


Harga naik apabila harga penutupan > harga pembukaan. Dan harga turun apabila harga penutupan < harga pembukaan. Disini kita melihat pasti ada jeda waktu antara harga pembukaan dan penutupan, jeda ini sering disebut dengan Time Frame. Dan bisa diatur sesuai keinginan kita, seperti 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, ataupun 1 bulan.


Broker terbaik sejak 2009 : www.fxoptimax.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel